La Rambla dan Pasar La Boqueria, Destinasi Wajib Barcelona

2
467

La Rambla adalah jalan yang paling terkenal di Barcelona, Spanyol. Di jalan ini kita juga bisa menemukan sebuah pasar bernama La Boqueria. La Rambla dan Pasar La Boqueria menjadi destinasi wajib wisatawan yang datang ke Barcelona. Katanya nih, belum sah kalau datang ke Barcelona, tapi gak mampir. Setidaknya itu berlaku bagi kami. Penasaran! kayak apa sih La Rambla.

Jalur kendaraan bermotor bukan yang utama. Pejalan kaki adalah prioritas
Pintu keluar masuk stasiun bawah tanah Metro Liceu, persis di tengah jalan La Rambla

Menuju La Rambla kita bisa naik kereta bawah tanah, atau di sana disebutnya Metro. Nanti turunnya di stasiun Liceu. Meriah, itu kesan pertama kami begitu tiba di La Rambla. Ada banyak toko, rumah makan, hingga beragam aktivitas yang bisa kita temui di sini. Gak heran banyak yang menyandingkan La Rambla dengan Jalan Champs Elysees di Paris. Bedanya, kawasan pedestrian Champs Elysees terletak di tepi jalan raya yang juga besar. Sementara di La Rambla yang dominan adalah jalur pejalan kaki. Sedangkan jalan untuk kendaraan, seadanya saja.

Seniman jalanan. Melukis wajah di tengah keramaian La Rambla
jalan-jalan sore di La Rambla Barcelona

Jalur pejalan kaki di La Rambla terletak di sisi kiri, tengah dan sisi kanan. Jalur tengah adalah yang paling lebar. Di antara jalur pejalan kaki ini, baru ada jalur kendaraan. Karena sempit, arus kendaraan sering terhambat oleh lalu lalang orang yang menyeberang. Pejalan kaki bener-bener jadi raja. Orang-orang datang ke La Rambla untuk belanja, makan, hangout atau cuci mata. Cafe bertaburan di sisi kanan, kiri, hingga bagian tengah jalan. Novelis asal Amerika, Ernest Hemingway, adalah salah satu tokoh yang senang menghabiskan waktunya di cafe-cafe di La Rambla.

Hampir setiap waktu, jalanan ini selalu ramai pejalan kaki. Terutama sore malam
Bentang jalan La Rambla

La Rambla sendiri terbentang antara dua landmark Barcelona, yakni Plaza Catalunya di utara dan Mirador de Colom di bagian selatan. Jalan ini terbentang sepanjang 1,4 kilometer. Kalau jalan kaki dari ujung ke ujung nggak pakai setop, sekitar 17 menit saja. Itu prediksi dari Google Maps. Sayangnya terlalu banyak hal menarik di La Rambla sehingga gak mungkin jalan lempeng aja gak pakai nengok dan gak pakai setop.

Mercat de La Boqueria

Kalau sudah sampai di La Rambla, memasuki Mercat de La Boqueria atau pasar La Boqueria adalah godaan yang sulit ditolak. Lengkapnya, nama pasar ini adalah Mercat St. Josep La Boqueria. Letaknya di pertengahan bentang Jalan La Rambla. Dari stasiun metro Liceu, tempat kita datang, jalan kaki gak sampai 5 menit. Orang-orang berkerumun mau masuk sini. Satu hal yang harus diwaspadai di Spanyol kalau ada kerumunan adalah: copet!. Udah banyak cerita turis yang kecopetan di sini. Hampir setiap hari ada aja yang lapor polisi karena dompet atau handphone hilang. Maka sebelum masuk pasar, saya memastikan ransel ada di bagian depan badan. Anak-anak juga dituntun biar gak lepas di kerumunan.

Senada dan mirip dengan warna dan logo klub sepakbola FC Barcelona
Pintu masuk pasar La Boqueria

Seperti layaknya pasar, La Boqueria menjual aneka buah, rempah, daging, ikan dan sayuran. Ada juga macam-macam makanan dan minuman yang bisa langsung dicoba di tempat. Pasarnya bersih, gak becek dan gak bau amis. Heran juga sih bisa gak bau. Buahnya juga warna-warni menggoda mata. Tapi ya namanya juga pasar di pusat wisata, dari segi harga, gitu deh. Lebih mahal dari tempat belanja biasa. Cuma ya seru aja di sini. Bisa cuci mata ngeliatin banyak produk yang jarang ada di Indonesia.

Begitu masuk, disambut buah-buahan
Pasar La Boqueria, ramai kayak di pasar. Emang pasar..
Rapi dan warna warni

Pasar La Boqueria sudah dibangun sejak tahun 1836. Saat ini ada lebih dari 200 pedagang yang berjualan. Catatan sejarah menyebut, aktivitas jual beli di lokasi ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1200-an. Awalnya hanyalah kios-kios daging yang ada. Pasar berbentuk terbuka dan kebanyakan penjualnya adalah para petani dari sekitar Barcelona. Selanjutnya semakin banyak penjual menggelar barang dagangan mereka secara dadakan. Soal sejarah pasar bisa dibaca lebih lengkap di situs web pasar La Boqueria. Situs juga menyediakan informasi terkini tentang pasar.

Kesengsem sama warna dan tampilan fondue yang menggoda.
Jajan, penting buat pengalaman. Dan bikin anak senang

La Boqueria buka mulai jam 08.00-20.30 setiap hari. Lalu di sana kami beli apa? Makanan dong pasti. Siapa lagi yang minta kalau bukan Lana dan Keano. Yang dibeli strawberry fondue dengan tampilan lucu. Buah segar berikut jus buah memang menjadi belanjaan favorit di sini. Mungkin karena sifatnya yang mudah dimakan dan gak perlu diolah lagi. Eh iya, satu lagi.. warnanya itu lho menggoda sekali.

Musim panas, lihat yang beginian siapa yang tahan

Yang saya bingung justru ada juga yang belanja seafood mentah. Lobster, ikan, udang, kerang, semua memang ada. Tapi kalau buat wisatawan kayak kami, mau masak di mana? Kalaupun ada dapur di apartemen, masak beginian bukan hal yang simpel. Setidaknya buat saya. Bisa jadi mereka memang penduduk lokal. Hasil baca-baca, katanya di pasar ini juga ada tempat yang mau masakin seafood yang kita beli di pasar. Cuma sayangnya kami gak nemu tempatnya dan gak nyari juga. Waktu yang terbatas membuat kami gak lama-lama di sini.

Yang mau belanja serius juga, silahkan tinggal pilih. Menu seafood salah satunya
Padahal daging dan seafood bertebaran, tapi kok bau pasarnya beda ya sama di Depok

Selesai nyobain fondue dan sempet belanja jus buah, kami keluar pasar. Masih panjang Jalan La Rambla yang belum sempat kami lihat. Pengennya beli sedikit oleh-oleh yang gampang dibawa pulang dan gak nambah berat bagasi. Maklum, di perjalanan ini kami mencoba untuk membawa barang secukupnya. Berpetualang menuju 7 kota di 6 negara eropa dalam waktu 16 hari dengan modal backpack saja.

Pasar La Boqueria, antara wisata dan belanja

Kami jatuh cinta pada La Rambla. Gak cukup sekali datang ternyata ke sana. Hari berikutnya kami datang lagi. Sore menjelang malam sebelum meninggalkan Barcelona menuju Venesia.

Kayaknya enak nongkrong dan makan-makan di resto sini. Kapan-kapan lagi dah

Di hari terakhir ini, sempat membeli beberapa oleh-oleh. Yang menarik, waktu di Madrid setiap ke toko kelontong atau toko suvenir, penjualnya adalah orang-orang keturunan Cina. Sementara di Barcelona, kebanyakan toko kelontong dan toko suvenir (setidaknya dari sejumlah toko yang kami masuki) semuanya keturunan India. Bener-bener memang dua bangsa ini hebat jiwa pedagangnya.

Sudah tenang dan bahgia dah kalau sudah pegang beginian

Saya sempat cerita beberapa kali, kalau lagi jalan-jalan kayak gini doping anak-anak kami adalah makan dan jajan. Es krim atau gelato salah satu dari doping itu. Kalau udah mulai capek jalan kaki, dompet harus dikeluarin isinya biar mereka gembira lagi.

Suasana modern dengan aristektur klasik ala Eropa

Mau menikmati suasana berbeda dari kemeriahan cafe dan tempat shopping, bisa melipir ke jalan-jalan kecil di sisi La Rambla. Ada banyak bangunan bersejarah yang bisa dipandang-pandang. Salah satunya adalah Katedral Barcelona. Katedral ini biasa disebut juga The Cathedral of Saint Eulalia. Bangunan suci ini didedikasikan untuk Eulalia of Barcelona, santo yang dianggap pelindung kota. Berdiri sejak abad ke-15, katedral Saint Eulalia menjadi salah satu gereja terbesar di Barcelona.

Katedral Barcelona, tinggal belok gang dari La Rambla

Katedral Barcelona menutup perjalanan kami di La Rambla. Kemeriahannya akan kami rindukan. Satu saat, kalau ada umur dan rejeki bisa ke Spanyol lagi, kami tetap menjadikan La Rambla dan Pasar La Boqueria, sebagai destinasi wajib di Barcelona.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here