Plaza Mayor, Destinasi Favorit Kota Madrid

1
253

Plaza Mayor adalah kawasan wisata utama di Madrid, ibukota Spanyol. Berjalan kaki menelusuri kota tua di area ini benar-benar menjadi pengalaman yang menyenangkan. Apalagi menjelang senja di musim panas, suasananya romantis banget. Lonely Planet bahkan menyebutnya sebagai salah satu ruang terbuka paling cantik di Spanyol. Kombinasi antara arsitektur bangunan yang mengesankan, kisah bersejarah, serta kemeriahan suasananya.

Casa de La Panaderia

Di Plaza Mayor terdapat patung Raja Philip III, raja yang memimpin Spanyol saat Plaza Mayor selesai dibangun. Salah satu bangunan utama yang paling terkenal adalah Casa de la Panaderia, yang bisa ditandai oleh keberadaan dua menara kembarnya

Patung Raja Philip III sedang menunggang kuda

Plaza Mayor mulai dibangun pada abad ke 16 oleh Raja Philip II. Tempat ini menjadi alun-alun, tempat berbagai kegiatan kota dilakukan. Senengnya tempat ini karena dikelilingi berbagai kafe dan restoran serta pusat belanja. Dari Grand Via, salah satu kawasan belanja paling rame di Madrid, Plaza Mayor bisa dicapai dengan berjalan kaki selama sekitar 10 menit aja.

Untuk masuk ke area ini terdapat 9 gerbang dan 10 jalan masuk menembus bangunan tua yang terdapat di sekelilingnya. Nggak ada kendaraan bermotor, cuma bisa jalan kaki masuk ke sini. Saran kami, gunakan aplikasi maps kalau nggak mau nyasar. Karena, buat pendatang, jalan-jalan di sekitar Plaza Mayor ini, bahkan gerbang-gerbang masuknya tampak mirip. Diingat-ingat juga masuk lewat mana dan penandanya apa, biar gak pusing muter-muter cari jalan pulang nantinya. Di sinilah salah satu contoh kami ngerasain banget, pentingnya tetap punya paket data aktif di handphone. Mengingat kami cuma pergi sekeluarga, dengan dua anak kecil, dan jalan ke sana sini tanpa menggunakan jasa guide. Yass, thanks to Google yang telah menjadi guide digital kami selama perjalanan di Eropa.

Menjelang gelap, Plaza Mayor semakin cantik. Lampu-lampu mulai menyala. Kalau mau makan malam yang romantis bisa mampir ke cafe-cafe open space. Atau cuma mau menikmati keramaian malam saja boleh juga.

Buat yang hobi motret, pasti kalap kalau menelusuri tiap sudut Plaza Mayor. Lorong-lorongnya cakep. Restoran dan berbagai macam toko itu adanya ya di lorong-lorong kayak gini. Mulai dari yang jualan suvenir, sampai barang branded ada. Cuma karena tujuan jalan-jalan kami bukan shopping, kami gak terlalu mengeksplor toko-tokonya.

Yang menarik juga, pedagang kaki lima banyak lho. Jangan disangka gak ada. Bahkan jasa pijat refleksi jalanan juga tersedia di malam hari. Sekilas saya malah inget sama kota tua Jakarta kalau ngeliat ini hehehe… Para ahli pijat yang buka praktek adalah warga keturunan Cina. Emang jagonya kali ya mereka kalau udah urusan pijat refleksi ini. Soal keturunan Cina di Spanyol, kami ketemu cukup banyak. Beberapa kali mampir ke semacam toko kelontong, sebagian besar yang kami temui pedagangnya adalah warga keturunan Cina. Gak bermaksud menyinggung soal SARA, buat kami ketemu keturunan Asia di Spanyol itu jadi berasa gak asing sendiri. Soalnya terus terang aja, sebelum ke Madrid kami kan lebih dulu ke Amsterdam. Di Amsterdam itu banyak banget turis Asia. Bahkan banyak banget orang Indonesia di setiap tempat yang kami kunjungi di sana. Sementara di Madrid, berasa lompat jauh. Turis Asia jauh lebih sedikit. Kami ketemu cukup banyak cuma waktu datang ke Santiago Bernabeu, stadionnya kesebelasan Real Madrid. Cerita soal Santiago Bernabeu, nanti kami bikin terpisah. Sabar yee..

Di Plaza Mayor ini, virus gembok cinta ternyata hadir juga. Para pasangan yang beli gembok, terus mengikatkannya di tempat-tempat istimewa berharap agar jalinan cinta mereka terus abadi sepanjang masa. Ada cukup banyak gembok cinta di sini. Tapi gak sebanyak yang pernah saya lihat di Namsan Tower Korea, dan gak sepadat gembok di jembatan Prancis.

Kemeriahan dan kecantikan Plaza Mayor, membuat setidaknya kami dua kali mendatangi tempat ini selama di Madrid. Pertama niatnya sih survei sambil jalan-jalan pas baru tiba di Madrid. Kedua kalinya ya emang nagih aja karena tempatnya bagus, deket sama hotel tempat kita nginep, banyak tempat belanja dan cakep buat lokasi foto-foto.

Yah, kapan lagi ya kan, emak-emak dari Depok jalan-jalan ke Madrid, salah satu icon fashion dunia. Tapi ya gitu, mohon maaf kalau modelnya jauh dari sebutan fashionable. Sementara anak-anak asik main sendiri dan gak terlalu suka difoto. Buat Lana dan Keano, yang menarik itu adalah makan dan jajan, bukan foto-foto hehehehe.. Jadi mamak mesti sedikit maksa untuk foto bareng supaya punya barbuk kita pernah ke Madrid sama-sama.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here