Taman Keren Gardens By The Bay

0
188

Keren! Bagus! Puas! Hanya ungkapan-ungkapan positif yang bisa keluar dari mulut dan pikiran saya, setelah jalan-jalan ke Gardens By The Bay Singapura. Yang bikin lebih keren lagi, kita bisa nikmatin taman atau kebun ini dengan gratis (di luar Flower Dome dan Cloud Forest).


Jalan-jalan ke Gardens By The Bay kali ini, yang jadi inceran utama kami adalah Children’s Garden, dan Supertree Grove. Kami memang gak masukin Flower Dome dan Cloud Forest ke itinerary. Karena selain waktu yang mepet, sesi ini emang lagi nyari yang gratisan. Yang gratis saja sudah puas banget. Next kalo ke sini lagi, Flower Dome dan Cloud Forestnya harus masuk agenda wajib.

Gampang saja buat ke Gardens By The Bay. Pake MRT, kami turun di Bayfront. Setelah keluar dari terowongan MRT Bayfront yang bersih dan sejuk ber-AC, kami tinggal jaan kaki ngikutin petunjuk arah yang banyak terpampang begitu keluar dari MRT. Dan sampailah di taman yang keren ini.

Area pertama yang dilewati dan langsung bikin mata seger adalah Dragonfly Lake, danau adem yang dihuni banyak ikan dan tumbuhan di sekitarnya. Sudah pasti kami semua sepakat kalau ini tempat yang nyaman buat jalan-jalan. Sore-sore di sini, duduk-duduk atau jalan kaki menyusuri jalan sepanjang ratusan meter yang terbuat dari papan kayu di sisi danau, kayaknya bakalan jadi salah satu sore favorit kami. 



Lepas dari area danau, kami jalan berkeliling melewati beberapa area taman sambil mengarah ke Children’s Garden. Jalan-jalan di sini emang enaknya seharian. Bisa muter ke segala pelosok taman dan konservasi lainnya. Selain bersih dan rapi, taman kota (atau taman negara, atau kota di dalam taman) ini emang enak banget dilihat. Bahasa seriusnya; ‘sangat memanjakan mata’. Perpaduan hijaunya taman, dengan arsitektur modern di dalamnya, atau juga di background-nya.



Pas sampai di Children’s Garden, eh ternyata area waterplay-nya lagi dimatiin. Dijagain juga sama petugasnya biar pengunjung dan terutama anak-anak gak pada masuk. Dikasih tahu kalau tutup sementara karena cuaca buruk. Cuaca buruk? Perasaan cerah-cerah aja. Sambil nunggu dibuka lagi, anak-anak main dulu di taman sekitaran. Gak lama kemudian emang gerimis. Habis itu cerah lagi. Tapi area waterplay-nya masih belum dibuka juga.



Karena emang sudah diniatin buat main di  area waterplay, kami tetep sabar dan gak jauh-jauh dari Children’s Garden. Untungnya gak lama, area waterplay-nya sudah dibuka dan diaktifin lagi. Langsung nyembur dah anak-anak lari-larian main air sepuas-puasnya. Saking senengnya, beberapa kali Keano tabrakan sama anak-anak lain yang sama-sama hebohnya dan sama ngacaknya ngejar-ngejar air mancur. Anak-anak yang bermain tambah banyak. Di sini juga ternyata jadi area favorit buat keluarga pribumi (alias warga Singapur) buat ngajak main anaknya.



Gerimis lagi. Tapi gak ada penutupan taman lagi. Yang main air makin asyik, yang nunggu juga gak kalah asyiknya. Para penunggu alias ortu bisa santai di area tunggu yang cukup luas dan tertutup di bagian atasnya tanpa takut kena panas dan hujan. Cukup nyaman buat duduk sambil lihatin anak-anak bermain, dengan pemandangan langit senja Singapura di depan mata.


Sambil istirahat, anak-anak makan dulu biar gak masuk angin. Bungkus makanan, beli di Children’s Garden Cafe. Beli kentang goreng (french fries), nasi kari ayam, dan spaghetti. Soal harga, masih wajar lah. Hitungannya masih murah. Anak-anak makan lahap banget. Apalagi makanannya masih panas. Main air dan makanan panas itu emang pasangan yang cocok. 🙂



Langit mulai gelap, kadang-kadang masih gerimis. Lampu berwarna-warni di air mancurnya makin kelihatan dan tambah bagus. Setelah makan, ternyata anak-anak masih lanjut main lagi. Baru berhenti sekitar jam setengah delapan, itu pun setelah dikasih tahu mau diajak lihat laser show. Rencana awalnya emang dari Gardens By The Bay mau lanjut ke Marina By Sands The Shoppes nonton Light & Water Show yang jam delapan malam.
Emang nih taman, niat ngasih gratisnya, pol gak setengah-setengah. Sudah tempatnya bagus dan bersih, ruang buat bilas dan mandi juga disediain. Petugas juga selalu standby. Air minum gratis juga ada, modal botol kosong tinggal ambil di keran air (tap water). Cuma makan saja yang gak gratis. Ya iyalah masa masih mau ngarep juga makan gratis di sini. Masih untung juga disediain kafe di sini, jadi gak perlu jalan jauh buat beli makan minum.

Rencana buat nonton Light & Water Show jam delapan malam di Marina By Sands The Shoppes kelihatannya gak kekejar. Akhirnya kami ikutan orang-orang nongkrong di sekitaran Supertree Grove. Lihatin pohon-pohon besi raksasa yang emang tambah bagus kalau malam, karena lampu-lampunya sudah nyala. Serasa ada di hutannya Avatar, film imajinatif mahakarya James Cameron.


Pohon raksasa jadi-jadian ini gak cuma hiasan arsitektural taman. Ini juga jadi penampung air hujan, saluran irigasi, dan juga penghasil tenaga surya. Belum selesai takjubnya sama si pohon raksasa, eh ternyata di sini sekitar jam delapan malam ada pertunjukan atraksi lampu. Surprisejuga ada supertree light show (hehe.. kurang riset). Pantesan banyak orang-orang anteng pada nongkrong. Pas sudah dimulai, semua asyik nikmatin light show. Ada yang ikutan nyanyi, foto-foto, video, ada juga yang sok asyik nyanyi sambil goyang badan kaya nonton konser (gapapa lah namanya juga wisata, terserah dah yang penting senang). Udahannya, pada tepuk tangan dah tuh orang-orang…



Mungkin terlalu berlebihan puja puji saya buat si the Bay ini. Tapi untuk yang satu ini, Singapura emang keren. Bayangin coba kalau lahan seluas itu dijadiin lahan bisnis atau lahan pengeruk uang lainnya? Gak punya tanah saja mereka berani bikin taman yang luas begini, apalagi punya tanah luas kaya Indonesia? Bisa jadi bagus banget, atau mungkin mereka pusing juga hehe… Akhir kata, closing standar dengan pertanyaan klasik; kapan ya Jakarta atau Indonesia punya taman kaya gini? Kapan-kapan… J




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here