Lawang Sewu, Bukan Wisata Hantu

Pada suatu masa.. ketika hantu, jin dan sebangsanya gak punya lagi wibawa, tulisan “DILARANG KERAS! Melakukan Segala Kegiatan Mistis…” ini menjadi perlu dan wajar tanpa perkecualian jika akhirnya harus ditempel di dinding-dinding bangunan tua. Seperti yang ada di Lawang Sewu, Semarang Jawa Tengah. Gimana nggak, selain menjatuhkan wibawa sang hantu, tempat seindah, bersejarah, dan segagah…

Read More

Camping With Kids: Dua Malam di Situ Gunung

Kami sedang sibuk packing ketika Novi, teman baik saya sejak masa kuliah menanyakan apakah saya, suami serta Lana dan Keano jadi camping. Novi mengirimkan pesan lewat whatsapps sekitar jam 8 pagi. Ketika ia tahu kami jadi mau ke Situ Gunung, Novi langsung ingin ikut bersama kedua anaknya, Rakha dan Echa. Yes.. saya sih seneng aja….

Read More

Sempat Hilang di Kota Tua

“Pengumuman.. ditemukan seorang anak laki-laki dengan ciri-ciri rambut keriting, pakai baju abu-abu lengan merah. Bagi yang merasa kehilangan, ditunggu di tenda informasi” kira-kira seperti itulah pengumuman lewat TOA si pengeras suara memecah keramaian Kota Tua Jakarta. Pengumuman serupa diulang lagi. Saya sama Lana yang lagi asyik nonton pak Tua mentas main boneka goyang dangdut langsung…

Read More

(Hampir) Seharian Manjat dan Lempar-lempar Pisau

Hampir seharian lempar-lempar pisau dan manjat-manjat dinding beserta antre-antrenya, ternyata masih kurang buat Lana Keano. Sepintas, kalau dilihat mainnya cuma itu-itu saja. Habis lempar pisau, antre manjat. Habis manjat, lempar pisau lagi. Tapi ternyata sampai pulang sebelum magrib, anak-anak gak ada bosennya sama sekali. Kalau gak dipaksa pulang, maunya main terus. Belum lagi lihat wall…

Read More

Jalan-jalan Seger Ala Situ Udik

Situ Udik namanya, tapi pas jalan-jalan ke sini sama sekali gak lihat situ atau danaunya. Kalau udiknya masih terasa. Karena memang di sini suasananya masih desa atau kampung. Situ Udik memang gak setenar puncak, tapi inilah satu tempat yang gak jauh-jauh dari Jakarta yang bisa buat pelarian dari keruwetan kota. Tempat yang juga menawarkan keasrian,…

Read More

Camping yang Penuh Godaan

Inilah camping yang penuh godaan. Saking banyaknya godaan yang datang, kemping kali ini bisa dibilang sangat-sangat jauh dari kata sukses. Masih panjang menuju tengah malam, bahkan jam belum menunjukkan pukul delapan, tapi satu per satu peserta kemping sudah menyerah dan mulai meninggalkan tenda. Niat buat tidur dan bermalam di tenda akhirnya pupus. Padahal dari siang, Lana dan Keano sudah…

Read More

Melewati Fase Sabar dan Lapar di Sate Klathak Pak Pong

“Akhirnya… sejam lebih nunggu akhirnya datang juga” terdengar  suara dari meja sebelah, ungkapan lega bernada syukur ketika mas-mas pelayannya datang membawa pesanan mereka ke atas meja. Saya lihat raut sumringah di wajah semua anggota keluarga yang duduk di lapak sebelah. Keluarga dengan empat anak. Kelihatannya dari luar kota Jogja. Yang paling ekspresif terdengar adalah suara…

Read More

Warna Warni di Taman Pelangi Monjali

Jalan-jalan lihat lampion di malam hari, penuh warna warni, ya di Taman Pelangi Monjali, alias Monumen Jogja Kembali. Gak cuma warna warni dan terang lampionnya saja yang menarik, tapi juga rupa-rupa bentuk dan tampilannya. Beragam replika seperti bentuk binatang, tanaman, alat musik, tokoh kartun, bangunan, juga nuansa atau ciri suatu kota dan negara ada di…

Read More

Panas Dingin D’Qiano Waterpark (Sepanjang Jalan ke Dieng #5)

Kalau Sembungan adalah desa tertinggi di pulau Jawa, D’Qiano bisa jadi adalah taman air atau waterpark tertinggi di Indonesia. Bukan karena jenis wahana atau seluncurannya yang tertinggi. Tapi karena lokasi waterparknya yang memang ada di daerah ketinggian, yaitu di Dataran Tinggi Dieng, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. D’Qiano waterpark memang dari awal sudah masuk itinerary, dan…

Read More