(Hampir) Seharian Manjat dan Lempar-lempar Pisau

0
100

Hampir seharian lempar-lempar pisau dan manjat-manjat dinding beserta antre-antrenya, ternyata masih kurang buat Lana Keano. Sepintas, kalau dilihat mainnya cuma itu-itu saja. Habis lempar pisau, antre manjat. Habis manjat, lempar pisau lagi. Tapi ternyata sampai pulang sebelum magrib, anak-anak gak ada bosennya sama sekali. Kalau gak dipaksa pulang, maunya main terus. Belum lagi lihat wall yang sudah ditembak lampu sorot (karena mulai gelap), semakin menggoda anak-anak untuk terus main.

Agenda Lana Keano manjat dan lempar pisau hari itu termasuk spontan. Sebenarnya tujuan utamanya adalah silaturahim alias datang di acara dies natalis kampusnya Yossie. Reunian sama-sama temannya, sambil masing-masing bawa keluarga. Tapi ternyata ngisi waktu libur sehari di wiken itu, bisa juga bikin anak-anak senang, dan puas – yang sebenarnya masih belum puas juga.

Namanya anak-anak kalau sudah ngumpul, jadi rame lah suasana. Antre giliran manjat, dibantuin kakak-kakak panitia yang sabar melayani bocah-bocah yang bolak balik manjat gak ada henti. Saking seringnya bolak balik antre, gak tahu sudah berapa kali Lana Keano nyobain manjat.
Selain pengalaman manjatnya, buat Keano yang lebih seru kayaknya pas gelantungan di tali. Keano senang ‘terbang’ gelayutan. Malah bergaya kaya pesawat terbang, yang bikin nyengir semua orang yang lihat di situ.

Gak mau kalah sama anak-anak, berikutnya giliran ortu-ortunya yang manjat. Termasuk Yossie. Pas giliran ortu, semua anak masih tetap tertib di antrean. Anak-anak lihatin dan ngasih semangat dari bawah. Lana Keano  senang lihat emaknya manjat sampai tinggi. Yang gak senang cuma pas turunnya. Yossie turun lupa bawa sticker yang ditempel di wall. Padahal di sticker itu ada hadiah atau door prizenya.

“Ayo mah manjat lagi sampai atas, biar dapat mobil” kata Keano ke mamanya. Gak tahu mobil beneran atau mobil hotwheel yang dia maksud. Dari mana juga Keano tahu kalau sticker di atas ada hadiah mobilnya. Tapi yang pasti, emang gak ada hadiah mobil, hotwheel apalagi mobil beneran. Dan kali ini Yossie gak lupa nyabutin sticker yang ditempel seperti pesenan Keano. Ditukerin di tenda panitia, dapat hadiah minuman dan buff. Lumayan.
Dua kali Yossie manjat, lumayan tinggi juga dan kelihatan rileks manjatnya. Dan baru tahu (mungkin pernah tahu tapi lupa) kalau emaknya ternyata adalah mantan atlet manjat DKI. Jadi yang begini-beginian, biar jatah emaknya lah buat hibur dan ngajarin anak-anak.

Selain manjat, satu lagi yang anak-anak susah behenti adalah main (atau olah raga) lempar pisau. Yang ini malah lebih sering lagi, dan bolak balik juga. Ternyata dari mulai masuk parkiran, Lana sudah lihat dan ngincer mau nyoba lempar pisau. Awalnya Lana yang paling semangat. Keano masih malu-malu sama om-om atau bapak-bapak yang jadi pendamping dan ngajarin anak-anak.
Pisau yang dipakai adalah pisau latihan. Bagian besinya saja. Kaya lempengan besi  yang cuma tajam di ujung. Jadi aman buat dipegang. Tapi cukup buat nancep di target yang terbuat dari kayu. 

Gak semuanya juga lemparan anak-anak kena target. Ada yang ke atas, ke bawah, ke samping. Atau kena besi menara. Malah ada yang jauh banget hampir kena motor yang diparkir. Tapi beberapa kali lemparan Keano, terutama Lana sering pas kena di target. Selain arah lemparan, jarak pelempar ke target juga sangat berpengaruh. Terutama putaran pisaunya di udara, biar pas ujung tajamnya yang jatuh kena di target.
Sukses juga jalan-jalannya hari ini. Selain manjat dan lempar pisau yang jadi menu utama kami hampir seharian, cuma main hoki yang sekali jadi selingan di antara manjat dan lempar pisau. Selingan lainnya, istirahat dan jajan minuman sama makanan ringan di food truck yang ada di situ.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here