Mengunjungi Hong Kong pada musim semi, kita akan disambut dengan cuaca yang bersahabat. Cahaya matahari gak panas banget, udaranya juga sejuk sehingga mendukung kegiatan jalan-jalan. Yang mesti diwaspadai adalah hujan yang masih sesekali turun. Inilah yang harus kami hadapi ketika mengunjungi Ngong Ping. Gara-gara hujan, eksplorasi tempat cantik ini jadi agak terhambat.

Berfoto di tengah gerimis

Patung Buddha raksasa menjadi landmark Ngong Ping

Dataran tinggi Ngong Ping adalah salah satu atraksi utama wisata Hong Kong. Di puncak bukit ada Patung Buddha raksasa, atau yang biasa disebut juga Tian Tan Buddha.Tian Tan sendiri artinya altar surga. Patung  Buddha ini terbuat dari perunggu. Berat totalnya mencapai 250 ton dengan tinggi sekitar 26 meter. Bagian-bagian patung dibuat di dataran Cina. Yang bikin juga gak sembarangan, yaitu China Astronomical Industry Scientific and Consultative Corporation of Nanjing, pabrikan pembuat satelit dan roket. Total ada 202 bagian perunggu yang membentuk patung. Mendatangkannya saja dari Nanjing, butuh waktu sampai 3 tahun.  Ratusan bagian itu kemudian dirakit di Hong Kong. Patung Buddha Ngong Ping akhirnya komplit dibangun tahun 1993, setelah 10 tahun masa pengerjaan konstruksi.

Suasana pendakian menuju Tian Tan Buddha

 

Ada 268 anak tangga yang harus didaki kalau mau mendekat ke Patung Buddha raksasa. Namun kami melewatkan bagian ini. Soalnya waktu sudah cukup banyak terbuang untuk berteduh saat hujan lebat menyambut kedatangan kami di sini. Sementara dari Ngong Ping, kami masih punya rencana ke Disneyland

Toko souvenir tempat berteduh ketika hujan

Toko souvenir sempat menjadi tempat menunggu hujan sampai sedikit reda. Barangnya unik-unik, namun variasinya terbatas. Lana berniat membeli beberapa oleh-oleh untuk teman-teman sekolahnya. Setelah melihat harga, saya mengurungkan niatnya. Kepada Lana saya berjanji tetap akan membeli oleh-oleh tapi tidak di sini. Sebab, harganya lebih mahal dari souvenir sejenis yang sempat kami lihat di night market. Sedangkan kualitasnya juga gak bagus-bagus amat. Untung, si sulung cantik ini nurut sama mamaknya.

Hujan lebat beranjak merintik. Dibanding mendaki ke puncak bukit Tian Tan Buddha, kami memilih menengok biara Po Lin. Letaknya di kaki bukit tempat Patung Buddha raksasa berada.

Salah satu ruangan di dalam Biara Po Lin

Sebelah kiri ruang terbatas pengunjung, sebelah kanan ruang bebas wefie

Sebagian versi patung Buddha dalam biara

Biara Po Lin dijuluki ‘Dunia Buddha di Selatan’. Tempat ini adalah rumah bagi banyak rahib. Ruangan dalam didominasi warna emas dan merah. Berbagai versi patung Budha melengkapi rumah suci. Biara Po Lin berdiri pada tahun 1906. Yup, usianya sudah lebih dari 1 abad. Dulu lokasi biara termasuk tempat terpencil dan sangat tenang. Namun sejak gedung utamanya dibuka untuk umum pada tahun 1970, ditambah lagi pembangunan Patung Buddha raksasa, jadilah tempat ini ramai didatangi wisatawan.
 

Gedung utama Biara Po Lin

Ornamen berwarna emas meninggalkan kesan megah

Meski ramah pengunjung, tidak semua tempat terbuka untuk umum. Ada tempat-tempat yang boleh dimasuki tapi gak boleh kita rekam gambarnya. Privasi tetap penting bagi rahib yang kegiatan utamanya selalu berkaitan dengan ibadah. Gak lama kami menghabiskan waktu di sini. Perjalanan lanjut ke Ngong Ping Village, masih dalam satu kawasan. Selain toko-toko souvenir, ada sejumlah tempat makan di sana. Pas-lah buat istirahat sebentar sambil makan siang.

Menuju Ngong Ping Village dari Biara Po Lin

Suasana Ngong Ping Village dengan latar belakang Tian Tan Buddha

Biarpun gerimis pengunjung masih ramai jalan-jalan

Ebeneezer’s Kebabs & Pizzeria menjadi persinggahan kami. Ini tempat makan kebab yang lumayan banyak cabangnya seantero Hong Kong. Kami memilih tempat ini bukan cuma karena Lana dan Keano penggemar kebab. Tapi juga karena ini salah satu resto yang punya sertifikasi halal. Soal memilih makanan buat muslim di Hong Kong memang harus pintar-pintar. Gak cuma makanan berat, snack kemasan dan camilan pinggir jalan pun banyak mengandung babi. Jadi harap maklum, selama di Hong Kong, Lana dan Keano jarang jajan. Lumayan iritlah hehehehe…

Ebeneezer’s Kebabs & Pizzeria, resto dengan sertifikat halal

Pesan makanan di kasir, begitu jadi nanti nomor antrean dipanggil

Satu kebab dimakan berdua

Ukuran kebab di Ebeneezer’s cukup besar. Jadi, kami cuma pesan 2 kebab. Satu kebab dimakan berdua.
Selain kebab dan pizza di sini juga ada menu lain seperti salad dan aneka biryani. Sama seperti kebab, ukurannya jumbo. Rasa kebabnya enaaak.. Kami menjajal kebab daging kambing dan daging ayam. Keduanya sama enaknya.

Free WiFi dan dijamin halal

Aneka menu di Ebeneezer’s

Crystal Cabin Cable Car

Meninggalkan Ngong Ping barulah kami menggunakan kereta gantung untuk menuruni perbukitan. Buat kami, justru ini atraksi utamanya. Dan rasanya ini juga berlaku bagi hampir seluruh wisatawan di sini.
Ngong Ping 360 adalah salah satu jalur kereta gantung yang paling menakjubkan di dunia. Menghubungkan dataran tinggi Ngong Ping dengan pusat kota Thung Chung sejauh 5.7 km, menjadikannya salah satu rute kereta gantung terpanjang di Asia. Kalau mau puas  menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, jangan tanggung-tanggung. Pilihlah kabin yang dasarnya terbuat dari kristal. Dijamin bakal keliatan 360 derajat semuanya. Mahal sedikit, tapi jadi pengalaman berharga seumur hidup.

Pelataran masuk kereta gantung di Ngong Ping

Tidur-tiduran di lantai kaca kereta gantung. Abaikan jempol yang nongol diatas kursi

Yeaaay… nyobain tongsis baru

Ini pertama kalinya kami sekeluarga sibuk selfie. Anak-anak yang tadinya takut, mulai terbiasa melihat pemandangan di bawah kaki mereka. Rimbunnya hutan, aliran sungai, hamparan lautan, sampai pencakar langit bergantian nampak di mata.

Sibuk wefie, mumpung di kristal kabin

Ketinggian kereta mencapai 500 meter dari permukaan laut. Sempat terpikir ngeri kali ini, si kereta cuma menggelantung di seutas kabel. Tapi yaaah diantara pasrah dan takjub liat pemandangannya, rasa takut lewat sudah.

Pemandangan dari dalam kabin kereta gantung

Menuju Ngong Ping 

Dataran tinggi Ngong Ping terletak di Pulau Lantau, bagian dari negeri koloni Hong Kong. Tung Chung adalah kota terdekat untuk mencapainya.

Pulau Lantau, bagian dari Hong Kong. Dari dataran utama terhubung dengan kereta MTR

Kalau naik MTR, carilah rute menuju stasiun terakhir Tung Chung. Begitu keluar stasiun kita sudah berhadapan dengan Citygate Outlets. Tempat ini langsung kami bidik buat mampir sepulangnya dari Ngong Ping.

Suasana di dalam MTR

Stasiun kereta Thung Chung

Jalan kaki dari stasiun menuju terminal bus

Dari Thung Chung Station ada banyak pilihan transportasi ke Ngong Ping. Bisa langsung naik kereta gantung, mau naik bus juga ada. Kedua terminal terletak saling berhadapan. Petunjuk arah dari stasiun juga sangat jelas, dan bisa ditempuh berjalan kaki. Untuk berangkat kami memilih naik bus. Selain harganya lebih murah, bisa buat variasi rute.

Petunjuk arah menuju terminal, nempel di dinding sepanjang jalan

Terminal Cable Car

Terminal Bus Ngong Ping

Terminalnya nggak besar, tapi bersih dan rapi. Pemberangkatan bus ke tujuan, semuanya terjadwal. Begitu juga ke Ngong Ping. Bus jurusan Ngong Ping bernomor 23. Penumpang antre di peron sampai waktu keberangkatan tiba. Dari terminal Tung Chung, butuh satu jam perjalanan buat sampai di Ngong Ping Village.

Antre menunggu bus datang

Bus tiba penumpang bisa langsung naik

Siapkan uang pas untuk ongkos bus, sebab pengemudi gak menyiapkan uang kembalian. Gak ada kondektur juga disini. Paling aman beli kartu Octopus yang bisa digunakan untuk segala jenis transportasi massal di Hong Kong.


Belanja Kilat di Citygate Outlets

Turun dari Ngong Ping langsung belanja di Citygate Outlets, sebelum ke Disneyland. Ini tempat recommended buat beli barang branded dengan harga murah. Barangnya asli karena dijual oleh counter resmi. Buat penggemar The North Face, Timberland dan Columbia, tempat ini surga. Begitu juga penggemar sport apparel macam Reebok dan Nike, kita bisa dapat barang dengan harga miring. Semakin banyak beli semakin banyak potongan harga. Asal cukup aja isi dompetnya.

Citygate Outlets gak boleh dilewatin buat belanja

*****

Previous articleMay Day, Minggu Pagi di Victoria Park
Next articlePesan Merapi di Museum Sisa Hartaku (Lava Tour Merapi #1)
Hallo, kami Herwin-Yossie-Lana & Keano, keluarga dengan dua anak penggemar traveling. Backpacking, budget traveling, hiking, & camping bersama anak menjadi favorit kami. Di sini kami berbagi cerita traveling dan pengalaman bertualang. Dan percayalah, bagi anda yang suka traveling dan wisata petualangan, melakukannya bersama anak dan keluarga jauh lebih menantang, sekaligus menyenangkan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here