Kowloon: Wisata Mata yang Bikin Sehat Raga dan Dana (Hong Kong Day #2)

0
52

Hari kedua di Hong Kong, kami masih bermarkas di Kowloon, tepatnya di Jordan. Setelah sebelumnya kami eksplor Kowloon via Nathan Road sampai Victoria Harbour, dan berakhir di Temple Street Night Market. Hari ke dua ini rencananya akan ke Lantau Island dengan Disneyland dan Ngong Ping-nya. Tapi di antara itu, tetep akan manfaatin waktu –terutama pagi dan malam hari– buat nengokin spot menarik di Kowloon yang belum kejamah. Di antaranya area Waterfront Promenade, Ladies Market dan Sneaker Street. Jalan-jalan santai sekitaran Jordan, Victoria Harbour Tsim Sha Tsui, sampai ke Mongkok

Seperti biasa, pagi hari adalah waktunya jalan-jalan. Jalan kaki, sekaligus olah raga. Kebiasaan setiap pagi kalau ada di kota orang. Padahal kalo lagi di rumah atau di kota sendiri, biasanya males banget buat olah raga pagi. Mungkin memang harus banyak-banyak pelesiran ke luar, biar rajin olah raga :p

King George V Memorial Park, Kowloon

Jalan kaki pagi ini rencananya tetap ke arah Victoria Harbour Tsim Sha Tsui. Tapi ngambil rute yang berbeda dengan hari pertama. Kalau kemarin nyusurin Nathan Road, sekarang akan ngambil jalan sisi lainnya. Lewat Austin dan Canton Road.

Tempat pertama yang terlihat begitu keluar dari jalan Wai Ching –hotel tempat menginap kami– adalah sebuah taman yang kelihatan hijau, dan asri. King George V Memorial Park namanya. Taman kota yang gak begitu besar, dengan gerbang atau bangunan khas bergaya tradisional Tiongkok jadi cirinya. Walaupun kecil, taman ini tapi tetap ramai dikunjungi warga lokal. Terutama orang tua atau manula, untuk berolah raga. Setiap ke taman-taman di Hong Kong yang sempat disinggahi, memang rata-rata selalu ramai oleh manula yang olah raga. Biasanya mereka tai chi atau sekadar jogging, bahkan kungfu lengkap dengan pedangnya.

Area bermain anak juga disediakan di sini. Nggak besar juga, tapi lumayanlah untuk taman kota yang terhitung kecil dan lokasinya gak jauh dari taman yang lebih besar dan lebih populer, Kowloon Park. Taman ini sepertinya kebanting kemana-mana sama Kowloon Park. 

Harbour City di pagi hari. Siap-siap buka lapak

Dari King George V Memorial Park, lanjut jalan kaki mengarah ke Canton Road. Lewat Canton Road ini kita langsung ketemu Harbour City, salah satu mal atau pusat perbelanjaan terbesar di Hong Kong. Bukan cuma besar, Harbour City ini juga tergolong mahal, karena memang segmen pasarnya untuk kelas menengah atas. Merk-merk top papan atas banyak mengisi mal yang jadi salah satu andalan Tsim Sha Tsui untuk wisata belanja ini. Selain ratusan toko barang branded, gerai makanan dan minuman, di sini juga ada hotel berbintang.

Dan ternyata buat saya, harga mahal di gerai Harbour City gak berarti apa-apa. Gak berasa mahal. Emang pagi hari gini tokonya masih pada tutup. Dan seperti kata orang bijak, harga mahal itu kalau dibeli, tapi kalau gak beli, ya gak berasa mahal. Dan pagi itu kemegahan dan kemewahan Harbour City berasa adem di mata dan di dompet.

Waterfront Promenade – Victoria Harbour di pagi hari; enak buat olah raga

Bergeser sedikit dari mal Harbour City, yang memang lokasinya di pinggir laut, saya hanya melewati pelabuhan ferry –tempat menyeberang ke Pulau Hong Kong– dan terus berjalan ke arah TST Promenade.

Di sepanjang pelataran, mulai dari pelabuhan sampai di area dekat Avenue of Stars, setiap pagi memang selalu dimanfaatin warga buat olah raga. Atau sekadar jalan-jalan dan duduk-duduk nyantai. Pagi hari di Victoria Harbour ini memang cukup segar. Dari sisi Semenanjung Kowloon ini, sambil memandang ke arah Pulau Hong Kong, tentu saja buat saya ini pemandangan yang sangat berbeda dengan pagi-pagi saya sebelumnya.

Bersihin sampah
Tempat sampah, nyeni
Hong Kong Museum of Art

Pagi hari juga kelihatannya dimanfaatin buat bersihin area Victoria Harbour. Kapal pengangkut sampah beroperasi, sebelum digantikan kapal-kapal wisata atau ferry yang sebentar lagi lalu lalang mengantarkan warga dan wisatawan di antara Kowloon dan Pulau Hong Kong.

Area Victoria Harbour dan Tsim Sha Tsui Promenade ini memang jadi andalan Hong Kong untuk menarik wisatawan. Jadi gak berlebihan kalau kebersihan di sini benar-benar diperhatikan. Selain Avenue of Stars, di kawasan ini juga banyak objek-objek menarik yang bisa jadi atraksi wisata. Hong Kong Museum of Art, Clock Tower si jam gadangnya Hong Kong, beberapa di antaranya.

Bebenah area Promenade. Avenue of Stars, dan juga TST Clock Tower masih renovasi

Sayangnya, waktu kami ke sana, area Avenue of Stars ini sedang direnovasi. Clock Tower juga. Sebelum berangkat ke Hong Kong, sempat baca juga di salah satu web pariwisata Hong Kong kalau area ini masih direnov. Dan ternyata memang benar begitu adanya.

Sebenarnya Avenue of Stars ini salah satu tempat yang enak buat nongkrong gratisan sambil memandang pemandangan laut dan kota Hong Kong. Atau bisa jadi tempat paling hits di area Tsim Sha Tsui Promenade. Kawasan ini didisain mirip Hollywood Walk of Fame, sebagai wujud penghormatan kepada para pelaku industri film Hong Kong. Di pelataran ini ada patung, juga cetakan tanda tangan para selebritas Hong Kong.

Garden of Stars, plus Bruce Lee pindahan dari Avenue of Stars

Berhubung Avenue of Stars sedang renov, maka bergeserlah saya ke sebelahnya, naik satu tangga di bagian atas promenade. Ke sebuah taman buatan yang cukup lapang dan bersih. Dan belakangan baru tahu setelah lihat papan petunjuk, kalau taman itu namanya Garden of Stars.

Dan ternyata di taman ini lah semua patung dan sebagainya yang tadinya ada dan dipajang di Avenue of Stars, boyongan pindah ke sini. Yang paling legend di antaranya, ya patung mas Bruce Lee dengan gaya kuda-kudanya yang khas. Pas sudah taman ini dinamakan Garden of Stars.

Garden of Stars

Hilangnya kesempatan menginjak Avenue of Stars, terbayar sudah dengan Garden of Stars. Lengkap juga dengan patung Anita Mui, patung kegiatan syuting, dan ikon perfilman Hong Kong lainnya yang biasanya jadi latar buat foto, atau selfie di Avenue of Stars. Dari atas sini juga terlihat area promenade yang sedang direnov.

Puas dengan TST Promenade dan Garden of Starsnya, saya lanjut lagi jalan kaki balik arah dari TST ke Jordan. Kalau berangkatnya lewat Canton Road, sekarang kembali ke jalur seperti kemarin, lewat Nathan Road lagi.

Chungking Mansion di Nathan Road TST

Saya dari awal sebenarnya penasaran sama si Chungking Mansion, bangunan yang di dalamnya berisi puluhan atau ratusan penginapan. Di Chungking Mansions biasanya si pengelola punya sejumlah kamar di satu bangunan. Dalam satu bangunan bisa ada lebih dari satu pengelola. Jadi kalau dapat beberapa nama hostel berbeda waktu booking online misalnya, lokasinya bisa aja di situ-situ juga.

Cungking Mansion ini sangat populer di kalangan traveler. Terutama backpacker, atau budget traveler. Lokasinya juga strategis, di tengah kota Tsim Sha Tsui. Tapi karena beberapa review, banyak juga yang bernada miring, akhirnya gak jadi memilih nginap di sini. Dengan pertimbangan utama karena bawa anak, khawatir anak gak nyaman.

Chungking Mansion, tempat penginapan populer di kalangan traveler

Buat ngilangin sedikit penasaran, pagi itu sempat tengak-tengok si Chungking. Biar bayangan yang sudah telanjur kebangun, ketemu riilnya. Yang katanya banyak orang India di depannya, ternyata benar. Sepagi itu sudah ada abang-abang India (Asia Selatan) yang stand by. Mungkin buat nawarin kamar atau apa, nggak tahu dah, gak negur juga. Tapi kalau soal review Chungking yang kumuh atau kotor, sy pikir dengan standar menengah, kayaknya Chungking Mansion ini tergolong cukup bersih. Apalagi memang lokasinya di jalan utama tengah kota, Nathan Road. Transportasi juga gampang banget. Dekat dari stasiun MTR. Bus atau moda lainnya kaya taksi berseliweran persis di depan gedung,

Jadi bayangan saya selama ini yang cenderung negatif buat si Chungking, jadi berubah positif lah kalau soal lingkungan. Mungkin saja ada kesan berbeda kalau pas malam. Tapi berikutnya kalau ke sini lagi, bisa saja dicoba nginap di Chungking. Kalau. Tapi ada satu yang belum dibuktiin, yang katanya horor; liftnya. Bukan horor karena hantu atau mahluk halus, tapi antrenya. Liftnya kurang banyak dibanding penghuninya.

Mirador Mansion, tempat penginapan yang 11-12 dengan Chungking Mansion

Hong Kong banyak dikunjungi, gak hanya oleh penggila belanja dan berkantong tebal. Tapi juga oleh bacpacker dan atau berkantong tipis. Jadi penginapan murah, banyak juga bertebaran di Hong Kong. Salah satunya ya di Chungking Mansion tadi.

Persis di sebelahnya si Chungking, ada satu gedung yang juga populer dengan penginapan murahnya; Mirador Mansion. Tapi si Mirador ini kelasnya lebih up dikit dibanding si Chungking. Dikit. Tetap, basicnya adalah rumah susun yang disewain. Ngambil segmen yang sama, dan pengelolaannya juga hampir sama. Di bagian bawah gedung biasanya diisi dengan toko-toko bermacam aneka dagangan. Dan bagian atasnya, buat kamar-kamar penginapan. Sekelas hostel, hotel satu bintang, atau guest house.

Kowloon Mosque and Islamic Centre di Nathan Road TST

Berjalan lagi dari Mirador dan Chungking Mansion, di bagian seberangnya agak ke kanan sedikit, terdapat Masjid Kowloon atau Kowloon Mosque and Islamic Centre. Masjid yang cukup besar dan mampu menampung jamaah sampai sekitar 3500 orang.

Masjid Kowloon didirikan tahun 1896, dan sempat dipugar karena kerusakan konstruksi akibat pembangunan MTR bawah tanah di akhir tahun 70-an. Setelah dibuka lagi di tahun 1984, masjid ini tetap berdiri dan menjadi salah satu masjid utama di Hong Kong. Dengan ciri khas marmer putih, masjid ini terlihat kokoh. Tapi memang sekilas, interior bangunannya terkesan cenderung ‘tua’.

Masjid yang lumayan besar, dan berlokasi di daerah strategis seperti di pusat kota Tsim Sha Tsui, bagi saya keberadaan masjid ini cukup menyenangkan dan membanggakan. Di tengah mahalnya lahan dan properti di Hong Kong, Masjid Kowloon tetap berdiri kokoh. Memberi ruang warganya buat beribadah. Juga buat wisatawan muslim dari luar yang tentunya gak sedikit jumlahnya, untuk singgah dan beribadah.

Masjid Kowloon bersama Kowloon Park yang berada di sebelahnya, seperti oase yang menyegarkan di tengah-tengah hutan beton Hong Kong yang menjulang.

Kowloon Park, taman asri di tengah kota

Kowloon Park ini memang jadi andalan warga setempat atau turis buat menikmati sisi kota yang berbeda. Hijau, segar, bersih, dan tempatnya luas. Seperti halnya taman kota di Hong Kong, pemandangan yang lazim dilihat di sini juga sama. Kebanyakan pengunjung taman di sini adalah orang tua atau manula. Ada yang jogging, senam, tai chi, dan mirip-mirip meditasi. Ada yang asyik sendiri, ada juga yang berkelompok. Rata-rata kelihatannya masih bugar. Mungkin kelihatannya mereka gak pernah kenal dengan yang namanya asam urat, encok, rematik, pengapuran, atau saraf kejepit seperti yang lagi hits di Indonesia.

Taman kota yang sangat strategis di pusat kota ini, sebetulnya cocok juga buat anak-anak atau keluarga. Selain tempatnya bersih dan luas, yang tentunya enak banget buat anak-anak bermain, di bagian bawah taman, atau sisi depan dekat Nathan Road, di sini banyak dipajang patung-patung keren. Seperti patung action figure dari film-film animasi atau komik Jepang misalnya.

Ngong Ping dan Disneyland di Lantau Island, Must Visit

Setelah puas nongkrong dan blusukan di Kowloon Park, saatnya segera balik ke hotel. Sesuai agenda, hari ini jatahnya ke Lantau Island buat nikmatin Ngong Ping dan Disneyland. Salah satu agenda penting dan utama kami di Hong Kong.

Cerita jalan-jalan kami ke Ngong Ping dengan kereta gantung atau crystal cabin car-nya, bisa disimak di sini. Kalau cerita saat kami di Hong Kong Disneyland, klik saja yang ini. Yang pasti, setelah pulang dari Lantau Island, malam itu juga kami lanjut eksplor lagi daerah Kowloon lainnya. Mongkok, dengan tujuan utama; Ladies Market dan Sneaker Street.

Ladies Market, bagian kaki lima

Salah satu alasan Hong Kong jadi destinasi wisata favorit, adalah karena wisata belanjanya. Produk-produk fashion terbaru, bermerk, dan berkelas jadi incaran wisatawan. Kalau mal atau pusat perbelanjaan elit, banyak di sini, dan memang selalu ramai pengunjung. Tapi belanja atau jalan-jalan di tempat-tempat belanja yang menengah, pasar, atau kaki lima juga tetap asyik. Salah satunya di Ladies Market.

Langsung dari Disneyland, sekitar jam setengah sepuluh malam, kami naik MTR dan turun di stasiun Mongkok. Keluar di exit E2, gak jauh dari pintu keluar, jalan sedikit kami sudah sampai di Ladies Market. Sebuah lorong atau jalan (Tung Choi Street) yang cukup panjang, yang di kiri kanannya berjejer lapak-lapak pedagang kaki lima. Di belakang lapak kaki lima, ada juga toko-toko yang jual macam-macam barang.

Namanya Ladies Market, tapi barang yang dijual di sini gak cuma buat perempuan. Macam-macam, mulai dari tas, baju, ikat pinggang, lukisan, souvenir dan lainnya bisa ditemukan di pasar malam yang memang hanya buka dari sore sampai tengah malam ini.

Sebenarnya Ladies Market ini kalau buat orang kita, biasa saja. Gak beda jauh kaya kaki lima di Blok M Jakarta, atau pasar kaget, pasar tumpah dan sejenisnya. Tapi kalau buat cari keramaian dan suasana lain Hong Kong, lumayan lah. Biar gak penasaran juga. Di sini kami hanya membeli souvenir khas Hong Kong. Hitungannya murah, apalagi kalau beli banyak. Dan tentu saja, tawar menawar.

Sneaker Street, emang sepanjang jalan ini banyak toko jual sepatu

Setelah dari Ladies Market, berjalan kaki sedikit lagi di lorong atau blok sebelahnya, akan ketemu Sneaker Street. Atau nama jalannya Fa Yuen Street, jalan yang memang banyak toko sepatu di kiri kanannya. Berbeda dengan Ladies Market yang ramai dengan lapak pedagang kaki lima, di sini memang berwujud toko sepatu.

Buat belanja di sini, sebaiknya memang kita sudah tahu harga. Atau minimal belanja sambil cek ricek harga di online. Untuk harga, hitungannya lebih murah dibanding di Indonesia. Rata-rata toko di sini sudah masang harga tetap. Ada juga yang bisa ditawar, tapi gak bisa nawar sadis  kaya di pasar juga.

Selain harga, keunggulan belanja di Sneaker Street juga karena stocknya yang banyak. Dan belum tentu ada di Jakarta. Merk-merk umum kaya Nike, Adidas, Puma, Reebok, Teva, Crocs, banyak pilihan di sini. Karena sebelumnya sudah beli sepatu di Citygate Outlet, kami hanya beli satu pasang sepatu saja di sini,

Jadi, dengan ini sah lah sudah jalan-jalan dan belanja di pasar malamnya Kowloon Hong Kong. Kalau malam sebelumnya sudah dari Temple Street Night Market, dan malam ini ngiderin Ladies Market dan Sneaker Street. Dan besok, saatnya berpisah dengan Kowloon. Lanjutin jalan-jalannya dan pindah markas ke Causeway Bay, Pulau Hong Kong.

Bersambung: Jalan Jajan di Causeway Bay Hong Kong

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here