Dim Sum Halal, Kuliner Juara dari Masjid Ammar Hong Kong

2
217

Hong Kong dan belanja, kayaknya sudah identik. Hong Kong dan kuliner, ini masih tanda tanya. Kalau cari tempat belanja di Hong Kong, banyak seabreg. Cari tempat jalan-jalan atau wisata juga, sama. Gampang, hampir semua bisa jadi tempat cuci mata. Tapi kalau nyari makanan enak dan halal, itu agak pe-er. Maksudnya pe-er, karena kita gak bisa ujug-ujug jalan, dan dapat rumah makan halal kaya di negeri sendiri. Paling nggak kita sebelumnya harus sedikit baca-baca, tanya, googling dulu.


Dan dim sum di Hong Kong adalah wajib hukumnya buat dicoba. Dim sum Hong Kong adalah yang terbaik di dunia. Kata CNN Travel sih begitu. Dim sum Hong Kong ada di urutan ke-7 dari 50 makanan terenak di dunia. Memang masih kalah sama rendang dan nasi goreng kita yang ada di urutan teratas. Jelaslah, Indonesia!!! Tapi untuk negara Hong Kong, dim sum ada di urutan pertama, di atas egg tart, barbecue pork, dan shrimp dumpling yang juga mewakili Hong Kong di 50 makanan terenak di dunia versi CNN.

Nah, buat ngerasain nikmatnya dim sum yang enak dan halal di Hong Kong, tempatnya ada di kantin Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, di daerah Wan Chai. Dari tempat kami menginap di Causeway Bay gak terlalu jauh. Bisa jalan kaki. Kalau lihat di peta, posisinya di antara dua stasiun: Causeway Bay dan Wan Chai. Tapi lebih dekat ke stasiun Causeway Bay. Patokannya dekat Morrison Hill Swimming Pool. Kalau cari di Gmaps, tinggal ketik dim sum halal hong kong, langsung ketemu dan ditandain Islamic Centre Canteen dengan label; good for groups, casual, local crowd, dan kid friendly.

Kami pilih naik tram dari Causeway Bay. Sudah diset begitu, biar paripurna jalan-jalan di Hongkongnya. Ngerasain semua moda transportasi Hong Kong. Setelah sebelum-sebelumnya naik MTR, bis, cable car/kereta gantung, kapal ferry, peak tram, dan juga si merah taksi corolla.

Dari halte dekat Sogo Causeway Bay, naik tram gak butuh waktu lama, kurang lebih sepuluh menit. Tinggal lurus dan berhenti di halte 47E Tonnochy. Dari situ tinggal jalan kaki ke Masjid Ammar.

Sampai di Masjid Ammar, kami langsung masuk dan cari lift buat ke lantai lima, tempat kantinnya. Agak celingukan nyari lift, ketemu orang yang baru keluar, dan dengan pedenya dia langsung ngomong pakai bahasa Indonesia, “mau ke kantin ya? Naik lift ke lantai lima. Keluar lift langsung ketemu kantin”.  Oo ok, kami langsung saja jawab makasih. Sedikit surprise, ternyata sepagi ini sudah ketemu orang Indonesia. Nampaknya beliau baru kelar makan di kantin juga.

Bener saja, keluar lift di lantai lima, pemandangannya langsung dapur kantin. Dapur yang terbuka dan nampak bersih, yang setiap orang bisa lihat dan dilewatin kalau keluar masuk kantin. Karena memang pintu utamanya di antara dapur dan ruang makan.

Masuk kantin, suasana cukup ramai, lumayan penuh. Lihat satu meja di pojokan yang kosong. Pas, tempat yang strategis. Gak jauh dari meja penyajian dim sum. Juga bisa senderan mepet tembok dan mantau keseluruhan ruangan. Dengan sigap pelayannya langsung ngasih menu dan tanya orderan. Dikasih kertas orderan yang mirip kartu iuran keamanan komplek atau kartu bayaran sekolah. 

Karena sebelumnya sudah sarapan di penginapan, jadi kami cuma pesan dim sum. Dan memang dari awal, yang diincar cuma dim sum. Kami langsung order ke counter dim sum. Tempat yang gak pernah berhenti bolak balik isi ulang dim sum lengkap dengan wadahnya.

Segala macam dim sum yang mengugah selera tersaji di depan mata. Maunya sih coba semua, tapi gak mungkin juga kalau pilih semua. Harus pilih-pilih dan terwakili semua. Akhirnya kami pesan siu mai with chicken, beef balls, chicken and vegetable dumpling, chicken with black fungus, fried spring roll buat kriuk kriuk yang keringnya, dan tentu saja shrimp dumpling (3 macam) –yang masih ingat dan ada fotonya.

 

Aseli, semuanya enak, lazis, lezat, maknyus. Terutama shrimp dumplingnya, sampai nambah lagi. Selain enak, soal harga juga masih dalam taraf wajar lah kalau buat ukuran Hong Kong. Murah malah. Gak beda jauh sama harga dim sum di Indonesia. Rata-rata di harga 15 HKD, atau antara 11 – 21 HKD per porsinya.

Lana sama Keano kalau lihat makanan kaya gini, kaya nemu lawan tanding yang seimbang. Dan saya percaya, kalau Keano suka dan makannya banyak sampai nambah, berarti ini makanan enak. Kalau buat Lana sih hampir semua makanan enak. Dan yang ini berarti enak banget. Recommended buat kulineran di Hong Kong.

Selain dim sum, makanan lain juga tersedia di sini. Mulai dari nasi goreng sampai chinnese food, kaya kwetiau, tofu. Juga ada kari (ayam, sapi, kambing, ikan), aneka sup, dan masakan olahan dari ayam, sapi, kambing, telur, dan seafood.

Memang hampir di setiap distrik atau titik wisata di Hong Kong biasanya ada rumah makan halal. Gak banyak, sedikit banget malah, dan biasanya makanan-makanan dari India seperti kari, atau resto ekspres semacam kebab. Tapi belum tentu cocok di lidah. Dan lagian bukan kuliner khas Hong Kong. Dengan adanya dim sum halal kantin Masjid Ammar ini, rasanya sudah terwakili kuliner halal dan khasnya.

Puas sudah dengan dim sum halalnya. Sudah gak penasaran lagi. Semakin dekat waktu makan siang, kantin juga semakin penuh. Saatnya cabut, karena harus lanjutin lagi pelesirannya. Rencananya hari ini mau ke Shen Zhen, dan mau gak mau waktu lumayan terkikis, berkurang banyak karena si dim sum ini. Tapi gak apa-apa. Gak rugi nyempetin ke sini.

Selain itu, jalan kaki dari Masjid Ammar ke stasiun MTR juga menyenangkan. Bisa jalan jajan sekalian cuci mata. Lihat keramaian dan suasana berbeda ala Hong Kong, dari tradisional sampai modern. Mulai dari pasar sampai mal Times Square, salah satu mal favorit sekaligus jalur menuju stasiun MTR Causeway Bay.

Alamat Kantin Dim Sum Halal :
5/F, Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre
40 Oi Kwan Road, Wan Chai, Yat Sin St, Wan Chai, Hong Kong

*****

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here